BLORA, Intennews. id,– Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Blora menggelar kegiatan peningkatan kapasitas pengurus, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 130 pengurus harian dari seluruh cabang dan cabang khusus PGRI se-Kabupaten Blora.
Ketua PGRI Kabupaten Blora, Yatni, S.Pd., M.Pd, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program PGRI Provinsi Jawa Tengah yang bertujuan memberikan penguatan dan pencerahan terkait organisasi ke-PGRI-an serta pengembangan sumber daya manusia guru.
“Kegiatan hari ini dihadiri langsung Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah Bapak Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum beserta jajaran, termasuk Rektor UPGRIS. Ini menjadi momentum penting bagi pengurus PGRI Kabupaten Blora untuk meningkatkan kapasitas dan soliditas organisasi,” ujar Yatni.
Ia berharap, melalui peningkatan kapasitas ini, para pengurus PGRI di Blora semakin memahami peran dan fungsi organisasi, sekaligus mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
Dalam kesempatan tersebut, Yatni juga menyinggung program beasiswa UPGRIS yang telah berjalan setiap tahun. Program ini diperuntukkan bagi putra-putri guru yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.
“Setiap tahun ada penerimaan mahasiswa baru di UPGRIS dengan program beasiswa. Guru-guru yang putra-putrinya ingin kuliah di UPGRIS dipersilakan berkoordinasi dengan kami. Nanti akan kami usulkan untuk mendapatkan beasiswa,” jelasnya.
Menurutnya, beasiswa tersebut tidak hanya berupa pembebasan biaya pendidikan, tetapi juga dilengkapi uang saku. Bahkan, bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu, tersedia program kuliah gratis sepenuhnya.
“Ini benar-benar gratis bagi anak-anak yang tidak mampu. Program ini merupakan komitmen UPGRIS dalam mendukung pendidikan,” tegasnya.
Selain itu, PGRI Kabupaten Blora juga memperkenalkan program Safara Umroh dan Haji sebagai bentuk fasilitasi bagi para guru. Program ini digagas menyusul banyaknya kasus biro perjalanan yang gagal memberangkatkan jamaah meski sudah melakukan pembayaran.
“Kami ingin memfasilitasi teman-teman guru agar bisa berangkat umroh dan haji dengan aman dan terpercaya. Program Safara ini terbuka juga untuk masyarakat umum,” katanya.
Menariknya, program Safara Umroh ini menawarkan kemudahan berupa pinjaman tanpa bunga. Peserta dapat berangkat terlebih dahulu, kemudian mengangsur biaya perjalanan selama satu tahun.
“Biayanya bervariasi, mulai kisaran Rp33 juta, Rp36 juta, hingga Rp40 juta lebih, tergantung kelas yang dipilih. Ini masih dalam masa promo dan sangat membantu guru-guru,” pungkas Yatni.
