KOMPETENSI GURU JADI KUNCI PEMBELAJARAN EFEKTIF

News Pemerintahan Pendidikan

BLORA,– Penguasaan tiga kompetensi dasar, yakni pedagogi, pedagogik, dan pedagogis dinilai menjadi kunci utama keberhasilan guru dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, inovatif, dan sesuai perkembangan zaman.Selasa 7/4/2026

Sekretaris Dinas Perpustakaan Kabupaten Blora, Titik Umiyati S.Pd., M.Si menegaskan pentingnya penguasaan tiga pilar utama tersebut bagi setiap guru.

Menurutnya, ketiga aspek tersebut menjadi fondasi utama dalam menjalankan profesi sebagai pendidik yang tidak hanya mengajar, tetapi juga memahami ilmu dan karakter peserta didik secara menyeluruh.

Titik Umiyati menjelaskan, pedagogi merupakan disiplin ilmu yang mempelajari seluruh aspek dalam pendidikan dan pengajaran, mulai dari tujuan, materi, metode, hingga evaluasi pembelajaran. Dalam praktiknya, guru dituntut mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses belajar mengajar secara sistematis.

“Guru harus punya administrasi pembelajaran yang jelas. Dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi, itu menjadi tolok ukur keberhasilan pembelajaran,” ujarnya.

Sementara itu, pedagogik lebih menekankan pada kajian teori pendidikan secara mendalam. Pedagogik membahas hakikat pendidikan, karakter peserta didik, tujuan pendidikan, hingga proses mendidik itu sendiri.

“Pedagogik ini berbicara tentang teori. Bagaimana guru memahami esensi pendidikan dan karakter anak didik secara mendalam,” jelasnya.

Adapun pedagogis berkaitan langsung dengan kemampuan praktis guru dalam memahami karakter siswa dan menerapkan strategi pembelajaran yang tepat. Guru dituntut mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, aktif, dan mendorong kreativitas siswa.

“Guru harus paham karakter muridnya. Dengan begitu, pembelajaran bisa dibuat menyenangkan dan siswa menjadi aktif serta kreatif,” tambahnya.
Ia menegaskan, ketiga kompetensi tersebut tidak bisa dipisahkan. Guru harus mampu mengkolaborasikan pedagogi, pedagogik, dan pedagogis agar pembelajaran berjalan efektif dan sesuai harapan.

“Kalau guru tidak menguasai ketiganya, hasil pembelajaran tidak akan maksimal,” tegasnya.
Dalam praktiknya, guru juga dituntut mampu memilih strategi dan metode pembelajaran yang tepat, termasuk memanfaatkan alat peraga berupa benda-benda konkret dalam proses belajar mengajar. Penggunaan media nyata dinilai penting agar siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan.

“Dengan alat peraga konkret, anak-anak akan lebih cepat menangkap konsep pembelajaran. Harapannya, pemahaman mereka lebih maksimal dan literasi siswa juga semakin luas,” ungkapnya.

Selain itu, guru juga didorong untuk memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media belajar maupun mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi dan game edukasi.

“Di era digital, guru harus kreatif. Anak-anak sekarang sudah terbiasa dengan gadget, maka pembelajaran bisa dikemas melalui game edukasi atau animasi agar lebih menarik,” katanya.

Titik Umiyati yang memiliki rekam jejak sebagai guru sejak 1999 hingga 2017 di SDN 3 Temengeng, kemudian menjadi kepala sekolah di SDN 1 Cabean pada 2018, pengawas pada 2019–2021 di Kadungtuban, serta menjabat Kabid Dikdas Blora periode 2021–2024, juga pernah menjadi fasilitator guru penggerak di Kementerian Pendidikan pada 2020.

Ia menilai peningkatan kompetensi guru harus terus dilakukan melalui pelatihan, seminar, workshop, dan Guru meningkatkan kompetensi dengan BIMTEK ( bimbingan teknis) serta Peran Dinas Pendidikan sebagai leading sector dinilai penting untuk memberikan penyegaran minimal satu kali dalam setahun.

“Guru tidak boleh stagnan. Harus terus belajar dan berinovasi agar pembelajaran tidak monoton,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh guru di Kabupaten Blora untuk terus meningkatkan kapasitas diri seiring perkembangan zaman dan kurikulum yang berlaku.

“Guru punya tanggung jawab besar mencerdaskan generasi bangsa. Saya yakin guru-guru di Blora luar biasa, tinggal bagaimana kita terus menguatkan kompetensinya dan sebagai catatan, guru tidak hanya prakrisi tetapi guru adalah ilmuwan yang memahami secara mendalami pondasi profesi guru, ‘pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *